MALAIKAT YANG DISEBUT IBU
Keberhasilan yang didapatkan oleh seorang anak tentu
tidak dapat lepas dari perjuangan keras dari kedua orang tuanya. Terutama sosok
seorang ibu yang telah melahirkan kita. Peranan ibu dalam kehidupan setiap
insan manusia sangatlah luar biasa. Perjuangannya, pengorbanannya, dicurahkan
kepada keluarganya terutama pada anak-anaknya. Wanita yang satu inipun juga
demikian. Beliau sungguh luar biasa dalam hidup keluarga dan anak-anaknya.
Mariana Dwi Rahayu adalah seorang ibu dan wanita
karier. Beliau merupakan anak kedua dari pasangan Bapak Boenyamin dan Ibu
Tuginah yang lahir di Magelang, 1 April 1971. Beliau bersama keluarganya
tinggal di Kebonpolo, Wates, Magelang.
Pendidikannya diawali di Sekolah Yayasan Wanita
Kereta Api yang letaknya tidak jauh dari rumahnya. Setelah itu, beliau
melanjutkan sekolah di SD Negeri Wates 1 Magelang. Selesai dengan pendidikan
dasar, beliau melanjutkan sekolah di SMP Negeri 5 Magelang. Meskipun
mendapatkan pendidikan formal, beliau tetap mendapatkan pendidikan dari orang
tuanya. Kedisiplinan dan sikap tegas beliau dapatkan dari ayahnya yang
merupakan seorang tentara. Sementara soal ekonomi dan perdagangan beliau
dapatkan langsung dari ibunya yang merupakan seorang pedagang. Bercita-cita
untuk bekerja di bank harus pupus saat ibunya menginginkan beliau untuk masuk
sekolah kesehatan. Oleh sebab itu, beliau melanjutkan sekolah di Sekolah
Perawat Kesehatan (SPK) Ngesti Waluyo, Temanggung. Lulus pada tahun 1990,
beliau langsung melanjutkan studi Program Pendidikan Bidan (PPB).
Lulus dari PPB beliau diangkat menjadi PNS. Beliau
ditugaskan di sebuah Puskesmas di Wonosobo. Pada 20 Agustus 1994 beliau menikah
dengan Robertus Suhadi, seorang distributor yang ditemuinya ketika sedang
berada di Jogjakarta. Pada tanggal 21 Februari 1995, mereka dikaruniai seorang
putra yang diberi nama Louis Gerrit Sukmajati. Supaya seimbang antara pekerjaan
dan mengurus anaknya, beliau rela pulang pergi Magelang-Wonosobo setiap
harinya.
Lalu, pada tanggal 3 April 1998 pasangan ini dikarunai
anak kedua yang diberi nama Fransiskus Xaverius Linggar Tiasto Rikad. Ketika
anaknya yang sulung sudah cukup umur untuk masuk taman kanak-kanak, beliau dan
anaknya yang kedua pindah ke Wonosobo dan tinggal di rumah dinas fasilitas dari
Pemkab Wonosobo. Sementara anak yang pertama tinggal dan dirawat oleh neneknya
di Magelang. Setahun kemudian, tepatnya pada tanggal 20 April 1999 pasangan ini
dikaruniai anak yang ketiga. Mereka memberikan nama Anastasia Linda Kristiani
padanya. Pengabdian ibu tiga anak ini sungguh luar biasa. Meski bekerja di
tempat yang minim transportasi, diluar jam kerja pun beliau tetap membantu
warga desa sekitarnya yang membutuhkan bantuan kesehatan meski ditengah malam.
Beliau sangatlah luar biasa. Mengorbankan banyak hal, memberikan segala yang bisa ia lakukan untuk mendukung anak-anaknya. Beliau selalu
mengajarkan banyak hal agar ketika anaknya hidup di luar dan jauh dari rumah,
anak-anaknya bisa mandiri. Terutama dalam hal-hal yang memerlukan adanya
keputusan. Beliau selalu membebaskan anak-anaknya untuk melakukan apa saja
asalkan merupakan hal yang positif, membangun, dan dapat dipertanggung
jawabkan.

Ya, terima kasih!
BalasHapus