Kamis, 24 November 2016

Tugas Biografi



MALAIKAT YANG DISEBUT IBU



Keberhasilan yang didapatkan oleh seorang anak tentu tidak dapat lepas dari perjuangan keras dari kedua orang tuanya. Terutama sosok seorang ibu yang telah melahirkan kita. Peranan ibu dalam kehidupan setiap insan manusia sangatlah luar biasa. Perjuangannya, pengorbanannya, dicurahkan kepada keluarganya terutama pada anak-anaknya. Wanita yang satu inipun juga demikian. Beliau sungguh luar biasa dalam hidup keluarga dan anak-anaknya.
Mariana Dwi Rahayu adalah seorang ibu dan wanita karier. Beliau merupakan anak kedua dari pasangan Bapak Boenyamin dan Ibu Tuginah yang lahir di Magelang, 1 April 1971. Beliau bersama keluarganya tinggal di Kebonpolo, Wates, Magelang.
Pendidikannya diawali di Sekolah Yayasan Wanita Kereta Api yang letaknya tidak jauh dari rumahnya. Setelah itu, beliau melanjutkan sekolah di SD Negeri Wates 1 Magelang. Selesai dengan pendidikan dasar, beliau melanjutkan sekolah di SMP Negeri 5 Magelang. Meskipun mendapatkan pendidikan formal, beliau tetap mendapatkan pendidikan dari orang tuanya. Kedisiplinan dan sikap tegas beliau dapatkan dari ayahnya yang merupakan seorang tentara. Sementara soal ekonomi dan perdagangan beliau dapatkan langsung dari ibunya yang merupakan seorang pedagang. Bercita-cita untuk bekerja di bank harus pupus saat ibunya menginginkan beliau untuk masuk sekolah kesehatan. Oleh sebab itu, beliau melanjutkan sekolah di Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) Ngesti Waluyo, Temanggung. Lulus pada tahun 1990, beliau langsung melanjutkan studi Program Pendidikan Bidan (PPB).




Lulus dari PPB beliau diangkat menjadi PNS. Beliau ditugaskan di sebuah Puskesmas di Wonosobo. Pada 20 Agustus 1994 beliau menikah dengan Robertus Suhadi, seorang distributor yang ditemuinya ketika sedang berada di Jogjakarta. Pada tanggal 21 Februari 1995, mereka dikaruniai seorang putra yang diberi nama Louis Gerrit Sukmajati. Supaya seimbang antara pekerjaan dan mengurus anaknya, beliau rela pulang pergi Magelang-Wonosobo setiap harinya.
Lalu, pada tanggal 3 April 1998 pasangan ini dikarunai anak kedua yang diberi nama Fransiskus Xaverius Linggar Tiasto Rikad. Ketika anaknya yang sulung sudah cukup umur untuk masuk taman kanak-kanak, beliau dan anaknya yang kedua pindah ke Wonosobo dan tinggal di rumah dinas fasilitas dari Pemkab Wonosobo. Sementara anak yang pertama tinggal dan dirawat oleh neneknya di Magelang. Setahun kemudian, tepatnya pada tanggal 20 April 1999 pasangan ini dikaruniai anak yang ketiga. Mereka memberikan nama Anastasia Linda Kristiani padanya. Pengabdian ibu tiga anak ini sungguh luar biasa. Meski bekerja di tempat yang minim transportasi, diluar jam kerja pun beliau tetap membantu warga desa sekitarnya yang membutuhkan bantuan kesehatan meski ditengah malam.
Beliau sangatlah luar biasa. Mengorbankan banyak hal, memberikan segala yang bisa ia lakukan untuk mendukung anak-anaknya. Beliau selalu mengajarkan banyak hal agar ketika anaknya hidup di luar dan jauh dari rumah, anak-anaknya bisa mandiri. Terutama dalam hal-hal yang memerlukan adanya keputusan. Beliau selalu membebaskan anak-anaknya untuk melakukan apa saja asalkan merupakan hal yang positif, membangun, dan dapat dipertanggung jawabkan.

1 komentar: